Pengertian dan Contoh Gaya Bahasa/Majas Repetisi

 

Repetisi adalah perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai. Dalam bagian ini, hanya akan dibicarakan repetisi yang berbentuk kata atau frasa atau klausa. Karena nilainya dianggap tinggi, maka dalam oratori timbullah bermacam-macam variasi repetisi. Misalnya :

 

– Anggota-anggota masyarakat dalam lingkungan suatu kebudayaan tahu akan adat-istiadat, kebiasaan dan undng-undang, tahu bagaimana ia mesti berkelakuan dalam lingkungan masyarakat dan kebudayaan, dan ia tahu juga menafsirkan kelakuan sesamanya dalam masyarakat dan kebudayaan itu, sehingga ia dapat mereaksi terhadapnya dengan cara yang selayaknya.

– Atau maukah kau pergi bersama serangga-serangga tanah, pergi bersama kecoak-kecoak, pergi bersama mereka menyusupi tanah, menyusupi alam ?

Karena nilainya dalam oratori dianggap tinggi, maka para orator menciptakan bermacam-macam repetisi yang pada prinsipnya didasarkan pada tempat kata yang diulang dalam bariis, klausa, atau kalimat. Diantaranya adalah :

 

  1. Epizeuksis : repetisi yang bersifat langsung, artinya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut.Misalnya: Kita harus bekerja, bekerja, sekali lagi bekerja untuk mengejar semua ketinggalan kita.
  2. Tautoles : repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi.Misalnya : Kau menuding aku, aku menuding kau, kau dan aku menjadi seteru.
  3. Epanolepsis; pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris, klausa atau kalimat, mengulang kata pertama.Misalnya:

Kita gunakan pikiran dan perasaan kita

Kami cinta perdamaian karena Tuhan kami

Kuberikan setulusnya, apa yang harus kau berikan

 

  1. Mesodiplosis; adalah repetisi di tengah baris-baris atau beberapa kalimat berurutan,Misalnya:

Para pegawai kecil jangan mencuri kertas karbon

Babu-babu jangan mencuri tulang-tulang ayam goreng

Para pembesar jangan mencuri bensin

 

  1. Anadiplasis : kata atau frase terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frase pertama dari klausa atau kalimat berikutnya,Misalnya:

Dalam laut ada tiram,dalam tiram ada mutiara

Dalam mutiara; ah tak ada apa

Dalam baju ada aku,dalam aku ada hati

Dalam hati, ah tak apa jua yang ada.
Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/linguistics/2314040-pengertian-dan-contoh-gaya-bahasa/#ixzz2EHCQjRXj

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s