Prinsip Dan Tujuan HIDUP SEORANG MUSLIM

Hidup Seorang MuslimKewajiban seorang muslim dalam Kehidupan ini adalah menjadi seorang muslim yang sebenar-benarnya dengan senantiasa menghiasi budi pekerti nya dengan akhlak seorang muslim, merenungkan dan atau memikirkan ciptaan Allah Swt, dengan mempertajam pandangan pikiran serta menyadarkan saudara muslim yang lain. mengajarkan dan mengerjakan kesadaran untuk senantiasa berdzikir kepada Allah swt, guna untuk mempersiapkan bekal kelak dihari kemudian yang kekal dan abadi (sebagai makhluk) disamping menghidarkan diri dari apa yang menimbulkan murka Allah Swt, dan menjaga semua itu pada setiap keadaan dan perubahan masa.

Firman Allah SWT dalam Alquran al Karim :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ ٥٦

مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ ٥٧

“dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
“aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.”

Ayat diatas jelas mengatakan bahwasanya kita manusia diciptakan oleh Allah Swt untuk beribadah kepada Allah Swt, maka sudah selayaknya kita sebagai manusia memperhatikan hikmat tujuan dari pada kita hidup di dunia ini, karena sesungguhnya dunia ini hanyalah sebagai batu loncatan menuju hidup yang sesungguhnya, karena dunia bukanlah tempat untuk mencari kesenangan dan kebahagiaan yang sebenar-benarnya.

Firman Allah Swt,

إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأنْعَامُ حَتَّى إِذَا أَخَذَتِ الأرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالأمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.

Bagi mereka yang telah tersadar / sehat pikiran dan menjalani kehidupan seorang muslim dengan sesungguh-sungguhnya maka tidak akan tertipu oleh kesibukan dunia dan meninggalkan Ibadah kepada Allah Swt, akan tetapi sebaliknya setelah mengetahui dengan nyata bahwa demikian dangkalnya kehidupan dunia ini, maka sudah sewajarnya bagi seorang muslim menempuh jalan hidup yang lebih baik sesuai dengan ajaran dan atau tuntunan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw sebagai tuntunan lahir dan batin, didikan akhlak, obat hati, dan mensucikan jiwa sebagai tanaman yang akan kita petik hasilnya kelak di akherat.

Segala Puji Bagi Allah Swt yang telah mengutus Baginda Nabi Muhammad SAW sebagai Suri Tauladan bagi seluruh umat manusia di muka bumi. telah disampaikan apa yang seharusnya (manusia) kerjakan didunia melalui wahyu-wahyu Allah Swt yang telah tercermin dalam ayat ayat Al Quran dan dijelaskan dalam As Sunnah, dan dijabarkan melalui Sabda – sabdanya serta dicontohkan dalam setiap Perbuatannya.

Firman Allah Swt Qs Ali Imran : 164 :

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ (١٦٤

“sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab dan Al hikmah. dan Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

Telah jelas dalam ayat diatas bahwasanya Allah Swt telah mengutus seorang Rosul (Muhammad SAW) yang membacakan ayat ayat allah, membersihkan jiwa, serta mengajarkan kepada kita Umat Muhammad Saw jalan yang terang benderang dan mengentaskan kita umat manusia dari Kesesatan yang nyata.

Salah satu perintah dan atau amal ibadah Perintah langsung dari Allah Swt yang bermakna positif dan dapat mendatangkan Pahala berlipat ganda yakni tolong menolong dan saling menasehati agaknya  telah tergeser dan tergerus oleh kemajuan zaman, sudah bukan rahasia lagi amal ibadah yang satu ini telah menjadi sesuatu yang negatif dan berkurang nilai manfaatnya dihadapan generasi muda khususnya. Tidak sedikit dari mereka yang menganggap hal tersebut (tolong menolong dan saling menasehati) dianggap sebagai sesuatu yang agak keterlaluan, lebay , sotoy, dll, seringkali di alamatkan kepada mereka yang melaksanakan perintah Allah Swt.

Hal yang demikian bukanlah sesuatu yang baru dan hanya ada di zaman modern seperti ini, karena hal tersebut adalah sifat dan sikap manusia di zaman Jahiliya, didalam alquran dijelaskan tentang mereka yang memiliki sifat dan sikap yang demikian adalah golongan orang orang yang lalai dan Neraka Jahannam adalah tempat mereka.

Firman Allah Swt :

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (١٧٩

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”

Prinsip dan tujuan hidup seorang muslim dan Rambu rambu yang seyogyanya dipegang teguh dan dijalankan agar hidup di dunia ini tidak sia-sia dan merugi selain daripada Beriman dan Beramal saleh adalah saling tolong menolong dan nasehat menasehati, sebagaimana dijelaskan dalam Firman Allah Swt :

وَالْعَصْرِ (١)إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢)إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Dalam ayat diatas telah dijelaskan sejelas jelasnya bahwa mereka (manusia) benar benar dalam kerugian, kecuali : Orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta Saling menasehati untuk mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran.

Semoga Allah Swt senantiasa melimpahkan Rahmat, Taufiq dan hidayah-NYA kepada kita untuk senantiasa hidup dan menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.

Amin.

sumber:http://membaca-alquran.blogspot.com/2011/02/hidup-seorang-muslim.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s