Salah satu dari bentuk penyajian lisan yaitu presentasi

Salah satu dari bentuk penyajian lisan yaitu presentasi. Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin yang bertujuan untuk membujuk (biasanya dibawakan oleh wiraniaga), untuk memberi informasi (biasanya oleh seorang pakar), atau untuk meyakinkan (biasanya dibawakan oleh seseorang yang ingin membantah pendapat tertentu).

Yang harus dilakukan dalam mempersiapkan presentasi di antaranya adalah:

  1. Menetapkan Isi Presentasi

Menetapkan isi presentasi yaitu dengan mengumpulkan materi, memilih materi dan membentuk struktur presentasi.

Kapan harus mengumpulkan materi?

Mulailah mengumpulkan materi secepat mungkin. Materi yang dikumpulkan selama tiga bulan sebelum presentasi akan lebih berharga daripada materi yang dikumpulkan hanya dengan tiga hari sebelumnya. Intinya, persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari dengan serius akan lebih matang dibandingkan dengan persiapan yang asal-asalan.

Untuk memperoleh bahan-bahan materi sajian, Malcolm Peel (1993:22-27) menganjurkan dari pengalaman sendiri, keluarga dan teman-teman, buku, jurnal, majalah dan surat kabar atau penelitian sendiri.

  • Pengalaman sendiri

Sumber materi yang jauh lebih kaya untuk presentasi mana pun adalah pengalaman yang kita hayati sendiri dari kepribadian kita. Pendengar akan menyambut baik sumber materi dengan cara melebihi pengetahuan atau fakta berdasarkan laporan.

  • Rekan, keluarga, dan teman-teman

Rekan kerja akan sering terbukti merupakan sumber materi yang bagus sekali. Kebanyakan orang akan merasa tersanjung kalau diminta bantuannya. Bantuan seperti itu dalam presentasi sebaiknya disinggung.

  • Buku

Buku sebagai sumber, disesuaikan apakah isinya benar-benar mutakhir (up to date dan mendukung). Pergi ke perpustakaan akan sangat membantu, dan akan memberikan petunjuk yang tepat.

  • Jurnal, majalah dan surat kabar

Artikel dalam jurnal kebanyakan lebih mutakhir daripada buku, dan disamping memberi kita materi tambahan, juga akan menunjukkan apa pemikiran terbaru dan siapa orang yang menarik pada saat ini. Dalam jurnal, kita dapat menemukan gagasan paling modern atau fakta yang belum banyak diketahui orang dibandingkan yang ada dalam buku.

  • Sumber Data Elektronik

Ada banyak sumber data yang disimpan secara elektronik di seluruh dunia. Akses ke sebagian data dapat diperoleh melalui komputer pribadi.

  • Penelitian Pribadi

Ini merupakan bagian dari pekerjaan kita atau bilamana kita memiliki fasilitas yang memungkinkan untuk melaksanakan penelitian sendiri sebagai bahan presentasi. Biasanya orang yang meminta untuk presentasi, sudah menyiapkan hasil penelitian mereka. Sebagai presenter atau penyaji, kita tinggal menyeleksi yang akan digunakan dalam persentasi.

  1. Menyusun Materi

Sebuah metode yang baik untuk menyusun materi adalah menulis judul setiap bagian utama di bagian atas sehelai buku catatan dan memberinya nomor dengan urutan.

  1. Memilih Materi

Seberapa banyak materi yang dikehendaki?

Sulit untuk menetapkan seberapa banyak materi yang diinginkan. Setelah membentuk struktur, baru dapat diketahui berapa materi yang akan disiapkan.

Mengapa kita menghindari memperbanyak materi sajian?

Sebenarnya, hanya ketakutan kehabisan bahanlah seseorang menjadikan materi sajian banyak, tanpa menghiraukan waktu yang disediakan.

Beberapa pembicara, ketika memberikan ceramah pelatihan, membuat kelenturan yang lebih besar dalam mengklasifikasi materi dengan tiga cara:

  • Materi inti yang merupakan pokok persolan presentasi;
  • Materi yang bisa dibagikan (ekstra) yang bisa diedarkan tanpa merusak pesan kalau waktunya singkat;
  • Materi pelengkap yang biasa digunakan kalau ada waktu longgar, atau dalam menjawab pertanyaan.
  1. Menentukan Topik yang Baik

Dalam menentukan topik untuk sebuah presentasi, perlu dikaji apakah topik yang dipilih memenuhi kriteria topik yang baik. Kriteria topik yang baik dan sesuai untuk di angkat dalam sebuah presentasi ialah:

  1. Sesuai dengan latar belakang pengetahuan sehingga pembicara lebih tahu daripada publik.
  2. Menarik minat atau paling disenangi pembicara
  3. Menarik minat publik
  4. Sesuai dengan pengetahuan pendengar
  5. Jelas ruang lingkup dan pembatasannya
  6. Sesuai dengan waktu dan situasi
  7. Dapat ditunjang dengan bahan lain
  1. Menyiapkan dan Menyeleksi Bahan

Jika topik sudah ditemukan dan ditentukan maka diperlukan keterangan penunjang. Keterangan penunjang diperlukan untuk:

  1. Memperjelas uraian
  2. Memperkuat kesan
  3. Menambah daya tarik dan mempermudah pengertian
  4. Teknik Pengembangan Bahan

Dilakukan dengan definisi:

  1. Definisi Etimologis (Komunikasi berasal dari Communis)
  2. Definisi Ahli (Mengambil satu definisi komunikasi)
  3. Definisi Contoh (Menjelaskan contoh bentuk komunikasi)
  4. Definisi Uraian (Menjelaskan komunikasi secara rinci, ruang lingkup dan bagian-bagiannya)
  5. Definisi Penolakan (Komunikasi bukan urusan angkutan kota, bukan sekedar kontak tersebut)
  1. Memilih Kata-kata

Ketika akan mempresentasikan suatu hal maka pemilihan kata-kata hendaknya digunakan dengan menggunkan bahasa lisan yang harus jelas kata-katanya, tepat serta menarik. Dengan memperhatikan beberapa hal dibawah ini:

  1. Gunakan istilah yang spesifik. Misalkan : ”Ia mengajar saya Bahasa Inggris” lebih spesifik daripada ”Ia mendidik Saya”.
  2. Gunakan kata-kata yang sederhana. Kata-kata yang harus diucapkan harus dapat dipahami dengan cepat.
  3. Hindari istilah-istilah teknis. Terdapat banyak kata yang hanya dipahami oleh kalangan tertentu sebagai berkembanganya spesialisasi berhemat dalam penggunaan kata-kata. ”Adalah suatu keharusan bagi seorang guru untuk menaruh perhatian yang tinggi kepada siswa-siswanya” Seharusnya” Guru harus memperhatika siswa-siswanya.
  4. Gunakan perulangan atau pernyataan gagasan yang sama dengan kata berbeda. Misalkan ”Ketidak disiplinan mahasiswa, menjengkelkan dosen, mendongkolkan orang tua dan mengecewakan teman.
  5. Hindari kata-kata yang klise. Terlalu sering dipergunakan atau tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Misalkan: Alis bak semut beiring. Rambut bak mayang terurai.
  6. Gunakan bahasa pasaran secara hati-hati. Misalakan dalam penggunaan kata : banget, bilang, ketimbang atau gitu.
  7. Hati-hati dalam penggunaan kata-kata asing.
  8. Hindari vulgarisme dan kata-kata yang tidak sopan.
  9. Jangan menggunakan penjulukan (negatif).
  10. Jangan menggunkan eufenisme yang berlebih-lebihan.
  11. Pilihlah kata-kata yang menyentuh langsung diri khalayak. Untuk menambah keakraban gunakan kata ganti orang pertama dan kedua (kita, saudara, anda). Misalkan ”Duka Aceh, duka kita bersama. Anda bisa berempati jika itu terjadi pada Anda.”
  12. Gunakan kata yang penuh warna. Kata yang dapat melukiskan sikap, perasaan atau keadaan. Misalkan ” Dia menangis” diganti ”Air mata perlahan mengalir di pipinya”.
  13. Gunakan bahasa yang figuratif. Bahasa yang dibentuk begitu rupa sehingga menimbulkan kesan yang indah. Kata seperti bagaikan, seakan-seakan. Misalnya Indonesia Menangis.
  14. Gunakan kata-kata aktif. Diharapkan menjadi mengharapkan; disebabkan menjadi menyebabkan.
  15. Membentuk Struktur Presentasi

Dalam presentasi, struktur diperlukan karena pendengar hanya mempunyai satu kesempatan untuk memahami apa yang dikatakan. Ada pendengar yang sulit mengikuti dan memahami presentasi kita. Namun, sebuah struktur yang baik dapat mengatasi keadaan ini. Dengan struktur yang baik, dapat dibuat pos pengawasan dan rambu-rambu yang kan membantu pendengar untuk mengikuti pembicaraan.

Sebuah struktur yang baik hendaknya seperti ini:

  • Menarik perhatian;
  • Mempertahankan minat;
  • Membantu pengertian, dan
  • Membuat pesan kita lebih mudah diingat

Jenis-Jenis Struktur

Ada tiga jenis struktur umum sesuai dengan presentasi, yaitu:

  • Argumentasi logis
  • Paparan
  • Resmi

-Argumentasi logis

Apa yang kita katakan hendaknya sesuai dengan logika. Kalau tidak, kita akan mengalami kesulitan. Walaupun demikian, ini tidak berarti bahwa dengan mengikuti satu argumentasi logis dengan langkah demi langkah sejak awal sampai akhir akan memberikan struktur yang baik untuk presentasi kita.

-Paparan

Struktur paparan atau alur cerita adalah satu-satunya yang paling mungkin bisa merebut dan mempertahankan perhatian pendengar dan membuat apa yang kita katakan menjadi lama dikenang. Kalau bisa membentuk struktur sebagai sebuah cerita, maka kita akan keluar sebagai pemenang. Tetapi, untuk bisa berhasil, cerita itu harus memenuhi tiga syarat, yaitut:

  • Bagus
  • Diceritakan dengan baik, dan
  • Ada hubungan dengan tujuan kita

Hanya sedikit presentasi bisnis yang strukturnya secaran keseluruhan bisa dibentuk dengan cara ini. Ada juga penggunaan cerita sebagai bagian dari struktur keseluruhan, sebagai bagian terpisah atau untuk menjelaskan satu butir yang khusus sering terjadi.

-Struktur resmi

Jika argumentasi logis maupun alur cerita tidak cocok untuk presentasi, gunakan suatu struktur yang lebih resmi. Mungkin ini struktur yang paling tua, yang mengandung unsur-unsur pengantar, bagaian utama dan kesimpulan. Pengulangan, kalau dilakukan secara trampil, akan membantu dalam pemahaman dan pengingatan.

Kata pengantar (misal, ”Katakan kepada mereka apa yang akan anda katakan kepada mereka”), dan kesimpulan (”Katakan kepada mereka apa yang sudah Anda katakan kepada mereka”). Keduanya harus dipersiapkan dengan hati-hati sekali, karena itu adalah bagian-bagian yang paling penting.

  1. Mempersiapkan Kata Pembuka yang Efektif

Pada saat memulai suatu presentasi, maka pembicara hendaknya membuka prersentasi dengan bisa memulai nya melalui beberapa hal yakni:

  1. Pilih suatu cerita
  2. Sesuatu yang sedang populer
  3. Tokoh pimpinan
  4. Suatu yang sudah lama muncul
  5. Peristiwa
  6. Adanya kebiasaan baru
  7. Peraturan baru
  8. Mengajak audiens berpartisipasi
  9. Humor positif
  10. Mengajak audiens berimajinasi
  11. Mempersiapkan alat Bantu Presentasi

Penyajian lisan dengan kata-kata atau kalimat lebih mengesankan kalau didukung dengan alat bantu. Apalagi penyaji mampu menyajikan alat peraga yang benar.

Bagaimana seharusnya presentasi dengan menggunakan alat peraga?

  1. Jangan membelakangi hadirin. Peragakan alat bantu, dengan posisi yang memungkinkan Anda tetap memandang ke arah hadirin. Tataplah wajah hadirin sewaktu Anda menunjukkan sesuatu pada alat bantu tersebut Flip charts dan slide. Anda tetap menjaga kelangsungan kontak mata.
  2. Kontrol secara teliti. Alat peraga gunanya untuk membantu Anda, yaitu memperjelas maksud sebuah topik yang dibicarakan.
  3. Memberi tanda. Tandailah teks atau naskah pada tempat-tempat dimana Anda akan menggunakan alat peraga untuk meningkatkan kejelasannya. Misalnya, mulai paragraf kedua, Anda akan menjelaskab slide nomor 3, maka diatas paragraf itu, beri catatan kecil seperti ”slide nomor ON” dan bila penjelasan tentang slide berakhir pada paragraf keempat, maka di bawah paragraf itu, tulislah ”slide nomor 3 OFF.”

-Mengapa Menggunakan Alat Bantu?

Mempersiapkan dan menggunakan alat bantu menuntut pekerjaan ekstra, namun selalu ada manfaatnya. Alat bantu menawarkan banyak keuntungan.

Alat bantu presentasi dapat:

  • Menarik perhatian,
  • Menunjang pengertian,
  • Memperkuat pengingatan, dan
  • Memberi kesenangan.

-Alat Bantu Menarik Perhatian

Suara seorang penyaji dengan cepat kan kehilangan perhatian. Namun, lat bantu akan membangkitkan minat pendengar dan memusatkan perhatian mereka.
-Alat Bantu Menunjang Pengertian

Kata-kata bukanlah alat yang paling efisien untuk menyampaikan pesan. Sifat benda yang tidak dikenal, akan jauh lebih baik jika dikenalkan dengan memperlihatkan gambar. Tata letak bangunan atau keadaan suatu daerah bisa disampaikan dengan lebih baik dengan sebuha rancangan atau peta. Teori yang rumit sering lebih mudah dipahami jika dinyatakan dengan pictogram. ”Sebuah gambar dengan seribu kata”, maka tidak cukup hanya dengan kata-kata.
-Alat Bantu Memperkuat Pengingatan

Kebanyakan orang mengungat hal-hal yang mereka lihat secara lebih cepat daripada sesuatu yang mereka dengar.

-Alat Bantu Memberi Kesenangan

Hampir semua orang menyukai gambar. Alat bantu yang dirancang dan dibuat dengan baik akan memberi kesenangan terutama jika menggunkan warna yang bagus.

-Overhead Projector

Bagian mana yang sedang dibahas, bukan apa yang sedang dibicarakan keseluruhan. Kalau menunjuk poin-poin, lakukan pada transparansi bukan kepada layar. Jangan sampai bayangan jatuh pada pakaian atau wajah Anda.

Banyak penyaji presentasi melakukan kesalahan dengan tidak mematikan OHP saat mengganti transparansi. Akibatnya, cahaya putih terang pada layar menyilaukan mata dan mengganggu audiens. Matikan OHP setiap ada kesempatan melakukannya.

-Slide

Jika penayangan slide pada layar telah selesai, matikan mesinnya dan nyalakan lampu. Kalau melakukan diskusi dengan lampu di matikan dan slide masih terbayang pada layar, mata audiens akan lebih tergoda untuk lebih mencermati slide pada layar serta apa yang Anda ucapkan pun tidak mereka perhatikan. Jika lampu dinyalakan, audiens dapat melihat Anda dan mereka dapat membuat catatan.

Keuntungan menggunakan alat peraga dalam presentasi:

  1. Visualisasi yang dapat dilihat diproses oleh otak
  2. Visualisasi sebagai kunci untuk mengingat
  3. Visualisasi memperjelas apa yang diinformasikan oleh pembicara
  4. Visualisasi membantu dan menarik perhatian konsumen
  5. Visualisasi memberi kesempatan untuk menyerap/berfikir
  6. Visualisasi sebagai jembatan komunikasi kedua belah pihak
  7. Penggunaan visual aid mencerminkan adanya persiapan

Sumber: http://pksm.mercubuana.ac.id/modul/42007-12-808228428465.doc

dengan perubahan.

Tanggapan: Dari sekian banyaknya bentuk-bentuk penyajian lisan yang ada, presentasi merupakan salah satu yang sering dilakukan oleh siswa sekolah. Namun tidak banyak siswa yang mengetahui bagaimana panduan menampilkan presentasi yang baik. Dari tulisan di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa untuk menampilkan presentasi yang baik dibutuhkan persiapan yang optimal. Selain itu, kemahiran dalam menggunakan dan menampilkan berbagai alat bantu juga dapat menjadi nilai tambah dalam presentasi terebut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s