BERSYUKUR SETIAP SAAT

 

BERSYUKUR SETIAP SAAT

Namaku           : Putri Dewi Rahmawati

No Peserta ku : 131014002

            Dari begitu bangun pagi di kamar lantai atas sampai turun ke

Lantai bawah, sudah berapa kali saya mengucapkan terima kasih dan

Bersyukur? Mungkin sudah lima kali sampai tujuh kali. Dalam Satu

Hari? Berapa kali saya berterima kasih dan bersyukur di dalam hati?

Berapa kali yang saya ucapkan dengan lantang bersuara dengan

Orang lain ? mungkin bisa 50 sampai 100 kali, bisa jadi lebih, karena

Tidak saya hitung.

Tidak praktis kedengarannya? Kok ya aneh mengucapkan terima kasih sampai

Puluhan kali dan satu hari? Bahkan ratusan kali? Jawabannya mudah saja:

Dengan berterima kasih dan bersyukur, kita selalu mencari sisi positif dari

Segala sesuatu. Dengan mencari sisi positif, maka diri kita menjadi semakin

Positif dalam melihat segala sesuatu. Pasti ada putih setitik di dalam hitam

Kelam dan ada hitam setitik di dalam putih bersih.

Dengan selalu mengingat kelimpahan kita, otak kita mencetak keyakinan

(believe) bahwa memang benar kita hidup dalam kelimpahan. Maka, semua

Perbuatan kita didasari oleh keyakinan ini, termasuk persepsi diri kita sebagai

Personofikasi dari sukses. Lantas,

sampai kapan perlu mengucapkan terima kasih dan bersyukur berpuluh-puluh kali tersebut? Sepanjang hayat.

Ah, tidak praktis,mungkin ada yang berpendapat demikian . sekali lagi bahwa ini tidak mengajarkan untuk sukses dalam semalam, namun dengan mengubah mindset (pola pikir) maka segala faktor eksternal yang sering menjadi atribut orang sukses akan datang dengan sendirinya bagaikan arus sungai.

Berterima kasih dan bersyukur toh tidak memerlukan modal uang maupun

Sumber daya apapun. Intinya hanya satu, yaitu kemauan keras untuk mengubah diri. Jangan pikirkan “pahala” yang anda dapat dari perbuatan ini dulu. Jangan pula mengharap nasib akan berubah dalam sekejap.yang jelas, dengan mengucapkan terima kasih kepada orang lain tanpa ada rasa keterpaksaan dan rasa canggung saja sudah merupakan jembatan kita ke dalam hati orang itu.

Terima Kasih” tidak akan pernah ditolak oleh orang lain, ,malah

Biasanya disambut dengan senyum lebar dan hati yang sedikit lebih lembut dari

Pada sebelumnya. Ini saja sudah merupakan magnit yang bisa membantu kita semua dalam memproyeksikan diri yang sukses ke luar. Jadi, jika ada keraguan dan ke-engganan untuk berteima kasih dan bersyukur dalam skala dan frekuensi luar biasa, maka sebaiknya anda urungkan niat anda untuk menjadi personifikasi dari sukses itu sendiri. Aammiiin…

BERSYUKUR SETIAP SAAT

BERSYUKUR SETIAP SAAT

Namaku           : Putri Dewi Rahmawati

No Peserta ku : 131014002

            Dari begitu bangun pagi di kamar lantai atas sampai turun ke

Lantai bawah, sudah berapa kali saya mengucapkan terima kasih dan

Bersyukur? Mungkin sudah lima kali sampai tujuh kali. Dalam Satu

Hari? Berapa kali saya berterima kasih dan bersyukur di dalam hati?

Berapa kali yang saya ucapkan dengan lantang bersuara dengan

Orang lain ? mungkin bisa 50 sampai 100 kali, bisa jadi lebih, karena

Tidak saya hitung.

Tidak praktis kedengarannya? Kok ya aneh mengucapkan terima kasih sampai

Puluhan kali dan satu hari? Bahkan ratusan kali? Jawabannya mudah saja:

Dengan berterima kasih dan bersyukur, kita selalu mencari sisi positif dari

Segala sesuatu. Dengan mencari sisi positif, maka diri kita menjadi semakin

Positif dalam melihat segala sesuatu. Pasti ada putih setitik di dalam hitam

Kelam dan ada hitam setitik di dalam putih bersih.

Dengan selalu mengingat kelimpahan kita, otak kita mencetak keyakinan

(believe) bahwa memang benar kita hidup dalam kelimpahan. Maka, semua

Perbuatan kita didasari oleh keyakinan ini, termasuk persepsi diri kita sebagai

Personofikasi dari sukses. Lantas,

sampai kapan perlu mengucapkan terima kasih dan bersyukur berpuluh-puluh kali tersebut? Sepanjang hayat.

Ah, tidak praktis,mungkin ada yang berpendapat demikian . sekali lagi bahwa ini tidak mengajarkan untuk sukses dalam semalam, namun dengan mengubah mindset (pola pikir) maka segala faktor eksternal yang sering menjadi atribut orang sukses akan datang dengan sendirinya bagaikan arus sungai.

Berterima kasih dan bersyukur toh tidak memerlukan modal uang maupun

Sumber daya apapun. Intinya hanya satu, yaitu kemauan keras untuk mengubah diri. Jangan pikirkan “pahala” yang anda dapat dari perbuatan ini dulu. Jangan pula mengharap nasib akan berubah dalam sekejap.yang jelas, dengan mengucapkan terima kasih kepada orang lain tanpa ada rasa keterpaksaan dan rasa canggung saja sudah merupakan jembatan kita ke dalam hati orang itu.

Terima Kasih” tidak akan pernah ditolak oleh orang lain, ,malah

Biasanya disambut dengan senyum lebar dan hati yang sedikit lebih lembut dari

Pada sebelumnya. Ini saja sudah merupakan magnit yang bisa membantu kita semua dalam memproyeksikan diri yang sukses ke luar. Jadi, jika ada keraguan dan ke-engganan untuk berteima kasih dan bersyukur dalam skala dan frekuensi luar biasa, maka sebaiknya anda urungkan niat anda untuk menjadi personifikasi dari sukses itu sendiri. Aammiiin…

Salah satu dari bentuk penyajian lisan yaitu presentasi

Salah satu dari bentuk penyajian lisan yaitu presentasi. Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin yang bertujuan untuk membujuk (biasanya dibawakan oleh wiraniaga), untuk memberi informasi (biasanya oleh seorang pakar), atau untuk meyakinkan (biasanya dibawakan oleh seseorang yang ingin membantah pendapat tertentu).

Yang harus dilakukan dalam mempersiapkan presentasi di antaranya adalah:

  1. Menetapkan Isi Presentasi

Menetapkan isi presentasi yaitu dengan mengumpulkan materi, memilih materi dan membentuk struktur presentasi.

Kapan harus mengumpulkan materi?

Mulailah mengumpulkan materi secepat mungkin. Materi yang dikumpulkan selama tiga bulan sebelum presentasi akan lebih berharga daripada materi yang dikumpulkan hanya dengan tiga hari sebelumnya. Intinya, persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari dengan serius akan lebih matang dibandingkan dengan persiapan yang asal-asalan.

Untuk memperoleh bahan-bahan materi sajian, Malcolm Peel (1993:22-27) menganjurkan dari pengalaman sendiri, keluarga dan teman-teman, buku, jurnal, majalah dan surat kabar atau penelitian sendiri.

  • Pengalaman sendiri

Sumber materi yang jauh lebih kaya untuk presentasi mana pun adalah pengalaman yang kita hayati sendiri dari kepribadian kita. Pendengar akan menyambut baik sumber materi dengan cara melebihi pengetahuan atau fakta berdasarkan laporan.

  • Rekan, keluarga, dan teman-teman

Rekan kerja akan sering terbukti merupakan sumber materi yang bagus sekali. Kebanyakan orang akan merasa tersanjung kalau diminta bantuannya. Bantuan seperti itu dalam presentasi sebaiknya disinggung.

  • Buku

Buku sebagai sumber, disesuaikan apakah isinya benar-benar mutakhir (up to date dan mendukung). Pergi ke perpustakaan akan sangat membantu, dan akan memberikan petunjuk yang tepat.

  • Jurnal, majalah dan surat kabar

Artikel dalam jurnal kebanyakan lebih mutakhir daripada buku, dan disamping memberi kita materi tambahan, juga akan menunjukkan apa pemikiran terbaru dan siapa orang yang menarik pada saat ini. Dalam jurnal, kita dapat menemukan gagasan paling modern atau fakta yang belum banyak diketahui orang dibandingkan yang ada dalam buku.

  • Sumber Data Elektronik

Ada banyak sumber data yang disimpan secara elektronik di seluruh dunia. Akses ke sebagian data dapat diperoleh melalui komputer pribadi.

  • Penelitian Pribadi

Ini merupakan bagian dari pekerjaan kita atau bilamana kita memiliki fasilitas yang memungkinkan untuk melaksanakan penelitian sendiri sebagai bahan presentasi. Biasanya orang yang meminta untuk presentasi, sudah menyiapkan hasil penelitian mereka. Sebagai presenter atau penyaji, kita tinggal menyeleksi yang akan digunakan dalam persentasi.

  1. Menyusun Materi

Sebuah metode yang baik untuk menyusun materi adalah menulis judul setiap bagian utama di bagian atas sehelai buku catatan dan memberinya nomor dengan urutan.

  1. Memilih Materi

Seberapa banyak materi yang dikehendaki?

Sulit untuk menetapkan seberapa banyak materi yang diinginkan. Setelah membentuk struktur, baru dapat diketahui berapa materi yang akan disiapkan.

Mengapa kita menghindari memperbanyak materi sajian?

Sebenarnya, hanya ketakutan kehabisan bahanlah seseorang menjadikan materi sajian banyak, tanpa menghiraukan waktu yang disediakan.

Beberapa pembicara, ketika memberikan ceramah pelatihan, membuat kelenturan yang lebih besar dalam mengklasifikasi materi dengan tiga cara:

  • Materi inti yang merupakan pokok persolan presentasi;
  • Materi yang bisa dibagikan (ekstra) yang bisa diedarkan tanpa merusak pesan kalau waktunya singkat;
  • Materi pelengkap yang biasa digunakan kalau ada waktu longgar, atau dalam menjawab pertanyaan.
  1. Menentukan Topik yang Baik

Dalam menentukan topik untuk sebuah presentasi, perlu dikaji apakah topik yang dipilih memenuhi kriteria topik yang baik. Kriteria topik yang baik dan sesuai untuk di angkat dalam sebuah presentasi ialah:

  1. Sesuai dengan latar belakang pengetahuan sehingga pembicara lebih tahu daripada publik.
  2. Menarik minat atau paling disenangi pembicara
  3. Menarik minat publik
  4. Sesuai dengan pengetahuan pendengar
  5. Jelas ruang lingkup dan pembatasannya
  6. Sesuai dengan waktu dan situasi
  7. Dapat ditunjang dengan bahan lain
  1. Menyiapkan dan Menyeleksi Bahan

Jika topik sudah ditemukan dan ditentukan maka diperlukan keterangan penunjang. Keterangan penunjang diperlukan untuk:

  1. Memperjelas uraian
  2. Memperkuat kesan
  3. Menambah daya tarik dan mempermudah pengertian
  4. Teknik Pengembangan Bahan

Dilakukan dengan definisi:

  1. Definisi Etimologis (Komunikasi berasal dari Communis)
  2. Definisi Ahli (Mengambil satu definisi komunikasi)
  3. Definisi Contoh (Menjelaskan contoh bentuk komunikasi)
  4. Definisi Uraian (Menjelaskan komunikasi secara rinci, ruang lingkup dan bagian-bagiannya)
  5. Definisi Penolakan (Komunikasi bukan urusan angkutan kota, bukan sekedar kontak tersebut)
  1. Memilih Kata-kata

Ketika akan mempresentasikan suatu hal maka pemilihan kata-kata hendaknya digunakan dengan menggunkan bahasa lisan yang harus jelas kata-katanya, tepat serta menarik. Dengan memperhatikan beberapa hal dibawah ini:

  1. Gunakan istilah yang spesifik. Misalkan : ”Ia mengajar saya Bahasa Inggris” lebih spesifik daripada ”Ia mendidik Saya”.
  2. Gunakan kata-kata yang sederhana. Kata-kata yang harus diucapkan harus dapat dipahami dengan cepat.
  3. Hindari istilah-istilah teknis. Terdapat banyak kata yang hanya dipahami oleh kalangan tertentu sebagai berkembanganya spesialisasi berhemat dalam penggunaan kata-kata. ”Adalah suatu keharusan bagi seorang guru untuk menaruh perhatian yang tinggi kepada siswa-siswanya” Seharusnya” Guru harus memperhatika siswa-siswanya.
  4. Gunakan perulangan atau pernyataan gagasan yang sama dengan kata berbeda. Misalkan ”Ketidak disiplinan mahasiswa, menjengkelkan dosen, mendongkolkan orang tua dan mengecewakan teman.
  5. Hindari kata-kata yang klise. Terlalu sering dipergunakan atau tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Misalkan: Alis bak semut beiring. Rambut bak mayang terurai.
  6. Gunakan bahasa pasaran secara hati-hati. Misalakan dalam penggunaan kata : banget, bilang, ketimbang atau gitu.
  7. Hati-hati dalam penggunaan kata-kata asing.
  8. Hindari vulgarisme dan kata-kata yang tidak sopan.
  9. Jangan menggunakan penjulukan (negatif).
  10. Jangan menggunkan eufenisme yang berlebih-lebihan.
  11. Pilihlah kata-kata yang menyentuh langsung diri khalayak. Untuk menambah keakraban gunakan kata ganti orang pertama dan kedua (kita, saudara, anda). Misalkan ”Duka Aceh, duka kita bersama. Anda bisa berempati jika itu terjadi pada Anda.”
  12. Gunakan kata yang penuh warna. Kata yang dapat melukiskan sikap, perasaan atau keadaan. Misalkan ” Dia menangis” diganti ”Air mata perlahan mengalir di pipinya”.
  13. Gunakan bahasa yang figuratif. Bahasa yang dibentuk begitu rupa sehingga menimbulkan kesan yang indah. Kata seperti bagaikan, seakan-seakan. Misalnya Indonesia Menangis.
  14. Gunakan kata-kata aktif. Diharapkan menjadi mengharapkan; disebabkan menjadi menyebabkan.
  15. Membentuk Struktur Presentasi

Dalam presentasi, struktur diperlukan karena pendengar hanya mempunyai satu kesempatan untuk memahami apa yang dikatakan. Ada pendengar yang sulit mengikuti dan memahami presentasi kita. Namun, sebuah struktur yang baik dapat mengatasi keadaan ini. Dengan struktur yang baik, dapat dibuat pos pengawasan dan rambu-rambu yang kan membantu pendengar untuk mengikuti pembicaraan.

Sebuah struktur yang baik hendaknya seperti ini:

  • Menarik perhatian;
  • Mempertahankan minat;
  • Membantu pengertian, dan
  • Membuat pesan kita lebih mudah diingat

Jenis-Jenis Struktur

Ada tiga jenis struktur umum sesuai dengan presentasi, yaitu:

  • Argumentasi logis
  • Paparan
  • Resmi

-Argumentasi logis

Apa yang kita katakan hendaknya sesuai dengan logika. Kalau tidak, kita akan mengalami kesulitan. Walaupun demikian, ini tidak berarti bahwa dengan mengikuti satu argumentasi logis dengan langkah demi langkah sejak awal sampai akhir akan memberikan struktur yang baik untuk presentasi kita.

-Paparan

Struktur paparan atau alur cerita adalah satu-satunya yang paling mungkin bisa merebut dan mempertahankan perhatian pendengar dan membuat apa yang kita katakan menjadi lama dikenang. Kalau bisa membentuk struktur sebagai sebuah cerita, maka kita akan keluar sebagai pemenang. Tetapi, untuk bisa berhasil, cerita itu harus memenuhi tiga syarat, yaitut:

  • Bagus
  • Diceritakan dengan baik, dan
  • Ada hubungan dengan tujuan kita

Hanya sedikit presentasi bisnis yang strukturnya secaran keseluruhan bisa dibentuk dengan cara ini. Ada juga penggunaan cerita sebagai bagian dari struktur keseluruhan, sebagai bagian terpisah atau untuk menjelaskan satu butir yang khusus sering terjadi.

-Struktur resmi

Jika argumentasi logis maupun alur cerita tidak cocok untuk presentasi, gunakan suatu struktur yang lebih resmi. Mungkin ini struktur yang paling tua, yang mengandung unsur-unsur pengantar, bagaian utama dan kesimpulan. Pengulangan, kalau dilakukan secara trampil, akan membantu dalam pemahaman dan pengingatan.

Kata pengantar (misal, ”Katakan kepada mereka apa yang akan anda katakan kepada mereka”), dan kesimpulan (”Katakan kepada mereka apa yang sudah Anda katakan kepada mereka”). Keduanya harus dipersiapkan dengan hati-hati sekali, karena itu adalah bagian-bagian yang paling penting.

  1. Mempersiapkan Kata Pembuka yang Efektif

Pada saat memulai suatu presentasi, maka pembicara hendaknya membuka prersentasi dengan bisa memulai nya melalui beberapa hal yakni:

  1. Pilih suatu cerita
  2. Sesuatu yang sedang populer
  3. Tokoh pimpinan
  4. Suatu yang sudah lama muncul
  5. Peristiwa
  6. Adanya kebiasaan baru
  7. Peraturan baru
  8. Mengajak audiens berpartisipasi
  9. Humor positif
  10. Mengajak audiens berimajinasi
  11. Mempersiapkan alat Bantu Presentasi

Penyajian lisan dengan kata-kata atau kalimat lebih mengesankan kalau didukung dengan alat bantu. Apalagi penyaji mampu menyajikan alat peraga yang benar.

Bagaimana seharusnya presentasi dengan menggunakan alat peraga?

  1. Jangan membelakangi hadirin. Peragakan alat bantu, dengan posisi yang memungkinkan Anda tetap memandang ke arah hadirin. Tataplah wajah hadirin sewaktu Anda menunjukkan sesuatu pada alat bantu tersebut Flip charts dan slide. Anda tetap menjaga kelangsungan kontak mata.
  2. Kontrol secara teliti. Alat peraga gunanya untuk membantu Anda, yaitu memperjelas maksud sebuah topik yang dibicarakan.
  3. Memberi tanda. Tandailah teks atau naskah pada tempat-tempat dimana Anda akan menggunakan alat peraga untuk meningkatkan kejelasannya. Misalnya, mulai paragraf kedua, Anda akan menjelaskab slide nomor 3, maka diatas paragraf itu, beri catatan kecil seperti ”slide nomor ON” dan bila penjelasan tentang slide berakhir pada paragraf keempat, maka di bawah paragraf itu, tulislah ”slide nomor 3 OFF.”

-Mengapa Menggunakan Alat Bantu?

Mempersiapkan dan menggunakan alat bantu menuntut pekerjaan ekstra, namun selalu ada manfaatnya. Alat bantu menawarkan banyak keuntungan.

Alat bantu presentasi dapat:

  • Menarik perhatian,
  • Menunjang pengertian,
  • Memperkuat pengingatan, dan
  • Memberi kesenangan.

-Alat Bantu Menarik Perhatian

Suara seorang penyaji dengan cepat kan kehilangan perhatian. Namun, lat bantu akan membangkitkan minat pendengar dan memusatkan perhatian mereka.
-Alat Bantu Menunjang Pengertian

Kata-kata bukanlah alat yang paling efisien untuk menyampaikan pesan. Sifat benda yang tidak dikenal, akan jauh lebih baik jika dikenalkan dengan memperlihatkan gambar. Tata letak bangunan atau keadaan suatu daerah bisa disampaikan dengan lebih baik dengan sebuha rancangan atau peta. Teori yang rumit sering lebih mudah dipahami jika dinyatakan dengan pictogram. ”Sebuah gambar dengan seribu kata”, maka tidak cukup hanya dengan kata-kata.
-Alat Bantu Memperkuat Pengingatan

Kebanyakan orang mengungat hal-hal yang mereka lihat secara lebih cepat daripada sesuatu yang mereka dengar.

-Alat Bantu Memberi Kesenangan

Hampir semua orang menyukai gambar. Alat bantu yang dirancang dan dibuat dengan baik akan memberi kesenangan terutama jika menggunkan warna yang bagus.

-Overhead Projector

Bagian mana yang sedang dibahas, bukan apa yang sedang dibicarakan keseluruhan. Kalau menunjuk poin-poin, lakukan pada transparansi bukan kepada layar. Jangan sampai bayangan jatuh pada pakaian atau wajah Anda.

Banyak penyaji presentasi melakukan kesalahan dengan tidak mematikan OHP saat mengganti transparansi. Akibatnya, cahaya putih terang pada layar menyilaukan mata dan mengganggu audiens. Matikan OHP setiap ada kesempatan melakukannya.

-Slide

Jika penayangan slide pada layar telah selesai, matikan mesinnya dan nyalakan lampu. Kalau melakukan diskusi dengan lampu di matikan dan slide masih terbayang pada layar, mata audiens akan lebih tergoda untuk lebih mencermati slide pada layar serta apa yang Anda ucapkan pun tidak mereka perhatikan. Jika lampu dinyalakan, audiens dapat melihat Anda dan mereka dapat membuat catatan.

Keuntungan menggunakan alat peraga dalam presentasi:

  1. Visualisasi yang dapat dilihat diproses oleh otak
  2. Visualisasi sebagai kunci untuk mengingat
  3. Visualisasi memperjelas apa yang diinformasikan oleh pembicara
  4. Visualisasi membantu dan menarik perhatian konsumen
  5. Visualisasi memberi kesempatan untuk menyerap/berfikir
  6. Visualisasi sebagai jembatan komunikasi kedua belah pihak
  7. Penggunaan visual aid mencerminkan adanya persiapan

Sumber: http://pksm.mercubuana.ac.id/modul/42007-12-808228428465.doc

dengan perubahan.

Tanggapan: Dari sekian banyaknya bentuk-bentuk penyajian lisan yang ada, presentasi merupakan salah satu yang sering dilakukan oleh siswa sekolah. Namun tidak banyak siswa yang mengetahui bagaimana panduan menampilkan presentasi yang baik. Dari tulisan di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa untuk menampilkan presentasi yang baik dibutuhkan persiapan yang optimal. Selain itu, kemahiran dalam menggunakan dan menampilkan berbagai alat bantu juga dapat menjadi nilai tambah dalam presentasi terebut

Persahabatan

Nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten:

Seringkali ada anggapan bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit, ketika mereka datang untuk menolong. Dibandingkan dengan hubungan pribadi, persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkat keintiman yang berbeda-beda. Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalanterdapat dalam kontinum yang sama.

c360_2014-11-03-12-34-34-356.jpg0-1-Camerafoto0203

1. Apa perbedaan antara siklus energi dan siklus materi?

Siklus Energi
Pada siklus ini lebih ditekankan pada perputaran energi yang terjadi diantara komponen ekosistem. Siklus energi ini diawali dari energi matahari yang ditangkap oleh produsen, kemudian terus berputar tiada henti pada konsumen dan semua komponen ekosistem yang. hal ini karena menurut hukum termodinamika bahwa energi dapat berubah bentuk, tidak dapat dimusnahkan serta diciptakan. Perubahan bentuk energi inn dikenal dengan istilah transformasi energi.
Aliran energi di alam atau ekosistem tunduk kepada hukum-hukum termodinamika tersebut.

– Dengan proses fotosintesis energi cahaya matahari ditangkap oleh tumbuhan, dan diubah menjadi energi kimia atau makanan yang disimpan di dalam tubuh tumbuhan.
Proses aliran energi berlangsung dengan adanya proses rantai makanan. Tumbuhan dimakan oleh herbivora, dengan demikian energi makanan dari tumbuhan mengalir masuk ke tubuh herbivora. Herbivora dimakan oleh karnivora, sehingga energi makanan dari herbivora masuk ke tubuh karnivora.
Di alam rantai makanan itu tidak sederhana, tetapi ada banyak, satu dengan yang lain saling terkait atau berhubungan sehingga membentuk jaring-jaring makanan. Organisme-organisme yang memperoleh energi makanan dari tumbuhan dengan jumlah langkah yang sama dimasukkan ke dalam aras trofik yang sama. Makin tinggi aras trofiknya, makin tinggi pula efisiensi ekologinya.

Siklus Materi
Pada siklus ini lebih ditekankan pada perputaran materi yang terjadi diantara komponen ekosistem. Materi yang menyusun tubuh organisme berasal dari bumi. Materi yang berupa unsur unsur terdapat dalam senyawa kimia yang merupakan Materi dasar makhluk hidup dan tak hidup. Materi itu antara lain siklus air, siklus oksigen, siklus karbon, siklus nitrogen, dan siklus sulfur
Secara struktural setiap siklus materi terdiri dari bagian cadangan dan bagian yang mengalami pertukaran. Di dalam bagian cadangan, unsur kimia tersebut akan terikat dan sulit bergerak, atau pergerakannya lambat. Di dalam bagian pertukaran, unsur kimia tersebut aktif bergerak atau mengalami pertukaran. siklus materi dibedakan atas dua tipe, yaitu tipe gas dan tipe sidimeter.

– Siklus nitrogen merupakan salah satu siklus materi tipe gas. Bagian cadangannya terdapat di dalam atmosfer. sedangkan siklus fosfor merupakan contoh siklus materi tipe sedimenter. Bagian cadangan siklus fosfor terdapat di dalam tanah atau kerak bumi dan sukar terlarut, sehingga siklus ini mudah terganggu.
Dalam siklus nitrogen, fosfor maupun belerang, terdapat organisme-organisme yang mempunyai peranan penting untuk berlangsungnya siklus tersebut, misalnya organisme penambat nitrogen bebas. Pengetahuan mengenai peranan organisme dalam siklus materi dapat dimanfaatkan manusia, misalnya dalam bidang pertanian.

– Siklus materi yang satu dengan yang lain dapat saling terkait atau mempengaruhi. Hal ini dapat dilihat misalnya pada siklus belerang. Aktivitas manusia juga dapat mempengaruhi siklus materi. Sebagai contohnya adalah kegiatan pabrik dan mesin-mesin kendaraan bermotor dapat meningkatkan kandungan senyawa-senyawa oksidasi beterang, dan oksida nitrogen di udara.

2. Apakah jejaring makanan termasuk dalam siklus biogeokimia? Sebutkan contoh!

Tidak, karena Siklus biogeokimia adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi jugs melibatkan reaksireaksi kimia dalam lingkungan abiotik sehingga disebut siklus biogeokimia. Dan jejaring makanan termasuk bukan merupakan bagian dalam siklus biogeokima karena jejaring makanan hanya berbentuk seperti rantai makanan yang mengalir dari komponen hidup ke komponen hidup, bertolak belakang dari definisi daur biogeokimia.

Contoh: Herbivora yang mendapatkan dari tumbuhan, Karnivora yang mendapatkan makanan dari herbivor. Herbivora dan karnivora mati diuraikan oleh bakteri pengurai jadi nutrisi bagi tanaman.

3. Apa yang mempengaruhi daur biogeokimia? Sebutkan contoh!

Intensitas cahaya matahari

Intensitas cahaya matahari sebagai faktor yang paling berperan dalam proses siklus biogeokimia, karena cahaya matahari berperan sebagai pelangsung kehidupan di muka bumi ini, mulai dari proses fotosintesis maupun perkembangan dan pertumbuhan manusia serta organisme lainnya.

Contoh: cahaya matahari berperan dalam proses fotosintesis yang merupakan bagian dalam daur biogeokimia.

Aktivitas kehidupan makhluk hidup

Makhluk hidup yang berperan sebagai objek kehidupan di muka bumi sangat memperngaruhi dalam daur biogeokimia, kalau di analisis lebih lanjut aktivitas khususnya manusia terdapat 2 hal yaitu aktivitas yang merugikan dan menguntungkan. Merugikan contohnya dengan pembuangan limbah yang berdampak pada dekadensi ekosistem di perairan. Menguntungkan yakni dengan menjaga dan menyeimbangkan kondisi alam, dengan penanaman hutan yang gundul yang akan berdampak positif pada keadaan iklim di bumi, yang akhirnya menjaga kelestarian ekosistem.

Contoh: aktivitas manusia yang membuang limbah rumah tangga yang menghambat proses biogeokimia yang akhirnya tersendatnya daur biogeokimia.

Bakteri pengurai

Bakteri pengurai berperan dalam mengurai segala jenis bahan-bahan anorganik maupun organik yang sangat vital peranannya, karena apabila tidak ada bakteri pengurai, bisa dibilang kita hidup dengan sangat tidak terurus. Dan juga bakteri pengurai melepas fospor yang ditangkap oleh tumbuhan yang terjadi pada daur biogeokimia.

Contoh: bakteri pengurai yang membantu dan menjaga kelangsungan kehidupan, dengan menjaga dan menstabilkan keadaan ekosistem dengan merombak segala jenis unsur-unsur organik maupun anorganik.

4. Apa yang dimaksud dengan nitrifikasi?

nitrifikasi adalah senyawa nitrat dari amoniak yang berlangsung secara aerob di dalam tanah yang biasanya berupa bakteri. Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu:
Oksidasi amoniak menjadi nitrit oleh bakteri nitrit. Proses ini dinamakan nitritasi.
Oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat oleh bakteri nitrat. Prosesnya dinamakan nitratasi.

5. Apakah daur air merupakan daur biogeokimia?
Ya, Air di atmosfer berada dalam bentuk uap air. Uap air berasal dari air di daratan dan laut yang menguap karena panas cahaya matahari. Sebagian besar uap air di atmosfer berasal dari laut karena laut mencapai tigaperempat luas permukaan bumi. Uap air di atmosfer terkondensasi menjadi awan yang turun ke daratan dan laut dalam bentuk hujan. Air hujan di daratan masuk ke dalam tanah membentuk air permukaan tanah dan air tanah.
Tumbuhan darat menyerap air yang ada di dalam tanah. Dalam tubuh tumbuhan air mengalir melalui suatu pembuluh. Kemudian melalui tranpirasi uap air dilepaskan oleh tumbuhan ke atmosfer. Transpirasi oleh tumbuhan mencakup 90% penguapan pada ekosistem darat.
Hewan memperoleh air langsung dari air permukaan serta dari tumbuhan dan hewan yang dimakan, sedangkan manusia menggunakan sekitar seperempat air tanah. Sebagian air keluar dari tubuh hewan dan manusia sebagai urin dan keringat.
Air tanah dan air permukaan sebagian mengalir ke sungai, kemudian ke danau dan ke laut. Siklus ini di sebut Siklus Panjang. Sedangkan siklus yang dimulai dengan proses Transpirasi dan Evapotranspirasi dari air yang terdapat di permukaan bumi, lalu diikuti oleh Presipitasi atau turunnya air ke permukaan bumi disebut Siklus pendek.arus-energi

sumber:Siklus%20energi,%20siklus%20materi,%20siklus%20biogeokimia,%20daur%20biogeokimia,dan%20nitrifikasi%20_%20DuniaKuMu%20Blog.htm

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA

a. Pengertian Ideologi

Ideologi adalah seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup.
Ideologi terbagi dua yaitu ideologi secara fungsional dan ideologi secara struktural.
Ideologi secara fungsional adalah seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama atau tentang masyarakat dan negara yang dianggap paling baik. Ideologi secara fungsional terbagi menjadi dua yaitu ideologi yang doktoriner dan ideologi yang pragmatis. Ideologi yang doktoriner bagaimana ajaran-ajaran yang terkandung di dalam ideologi itu dirumuskan secara sistematis dan pelaksananya diawasi secara ketat oleh aparat partai atau aparat pemerintahan. Contohnya adalah komunisme. Sedangkan ideologi pragmatis apabila ajaran-ajaran yang terkandung di dalam ideologi tersebut tidak dirumuskan secara sistematis dan terinci. Ideologi itu disosialisasikan secara fungsional melalui kehidupan keluarga, sistem pendidikan, sistem ekonomi, kehidupan agama, dan sistem politik.
Kesimpulan ideologi adalah kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-keyakinan yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut berbagai bidang kehidupan manusia.
Ideologi negara dalam arti cita-cita negara atau cita-cita yang menjadi dasar bagi suatu sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa yang bersangkutan pada hakikatnya merupakan asas kerokhanian yang memiliki ciri:
1. Mempunyai derajat yang tinggi
2. Mewujudkan suatu asas kerokhanian, pandangan dunia, pedoman hidup, pegangan hidup yang dipelihara.

b. PENTINGNYA IDEOLOGI BAGI SUATU NEGARA
Ideologi dimaknai sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita, nilai, dan keyakinan yang ingin mereka wujudkan dalam kenyataan hidup yang nyata. Ideologi dalam artian ini sangat diperlukan, karena dianggap mampu membangkitkan kesadaran akan kemerdekaan.
Fungsi ideologi adalah membentuk identitas atau ciri kelompok atau bangsa. Ideologi memiliki kecenderungan untuk “memisahkan” kita dari mereka. Ideologi berfungsi mempersatukan sesama kita. Apabila dibandingkan dengan agama, agama juga berfungsi mempersatukan orang dari berbagai pandangan hidup bahkan dari berbagai ideologi.

c. PENGERTIAN DASAR NEGARA
Dasar negara adalah landasan kehidupan bernegara. Dasar negara bagi suatu negara merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara.
Negara tanpa dasar negara berarti negara tersebut tidak memiliki pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara, maka akibatnya negara tersebut tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas, sehingga memudahkan munculnya kekacauan.
Dasar negara sebagai pedoman hidup bernegara mencakup cita-cita negara, tujuan negara, norma bernegara.
2. Latar Belakang Pancasila sebagai Ideologi Negara

a. Sejarah Lahirnya Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara
Ideologi dan dasar negara kita adalah Pancasila. Pancasila terdiri dari lima sila. Kelima sila itu adalah:
1 Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Banyak bangsa-bangsa lain yang menjajah atau berkuasa di Indonesia, misalnya bangsa Belanda, Portugis, Inggris, dan Jepang. Paling lama menjajah adalah bangsa Belanda. Sebelum kedatangan penjajah bangsa asing tersebut, di wilayah negara RI terdapat kerajaan-kerajaan besar yang merdeka, misalnya Sriwijaya, Majapahit, Demak, Mataram, Ternate, dan Tidore.
Penjajahan Belanda berakhir pada tahun 1942, tepatnya tanggal 8 Maret.
Jepang memberikan janji kemerdekaan di kelak kemudian hari. Janji ini diucapkan oleh Perdana Mentri Kaiso pada tanggal 7 September 1944. Oleh karena terus menerus terdesak, maka pada tanggal 29 April 1945 Jepang memberikan janji kemerdekaan yang kedua kepada bangsa Indonesia, yaitu janji kemerdekaan tanpa syarat yang dituangkan dalam Maklumat Gunseikan (Pembesar Tertinggi Sipil dari Pemerintah Militer di Jawa dan Madura) No. 23.
Tugas badan ini adalah menyelidiki dan mengumpulkan usul-usul untuk selanjutnya dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk dapat dipertimbangkan bagi kemerdekaan Indonesia.
Anggota BPUPKI dilantik pada tanggal 28 Mei 1945. BPUPKI mengadakan sidang pertama pada tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945. Sidang Kedua pada tanggal 10 – 16 Juli 1945.

Pada tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin mengusulkan 5 Dasar Negara secara lisan :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat

Usulan Muhammad Yamin secara tertulis :
1 Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Persatuan Indonesia
3. Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengusulkan 5 dasar negara :
1. Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia)
2. Internasionalisme (Perikemanusiaan)
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Berkebudayaan

Kelima hal ini diberi nama Pancasila oleh Ir.Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945. Oleh sebab itu, setiap tanggal 1 Juni 1945 diperingati hari lahirnya Pancasila.
Selesai sidang pertama, para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya adalah menampung usul-usul yang masuk dan memeriksanya serta melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI.
Adapun anggota panitia kecil adalah :
1. Ir.Soekarno
2. Ki Bagus Hadikusumo
3. K.H. Wachid Hasyim
4. Mr.Muh. Yamin
5. M.Sutardjo Kartohadikusumo
6. Mr.A.A Maramis
7. R.Otto Iskandar Dinata
8. Drs.Muh.Hatta
Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta. Hasil dari rapat tersebut adalah dibentuknya panitia sembilan. Anggota nya adalah :
1. Ir. Soekarno
2. Drs. Muh. Hatta
3. Mr. A.A Maramis
4. K.H. Wachid Hasyim
5. Abdul Kahar Muzakkir
6. Abikusno Tjokrosujoso
7. H. Agus Salim
8. Mr. Ahmad Subardjo
9. Mr. Muh. Yamin
Panitia Kecil yang beranggotakan sembilan orang ini pada tanggal itu juga melanjutkan sidang dan berhasil merumuskan calon Mukadimah Hukum Dasar yang lebih dikenal dengan sebutan “Piagam Jakarta”.

Sidang BPUPKI yang kedua pada tanggal 10 – 16 Juli 1945, hasil yang dicapai adalah merumuskan Undang-Undang Dasar (UUD). Pada tanggal 9 Agustus 1945 dibentuklah PPKI. Tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Sejak saat itu, Indonesia kosong dari kekuasaan. Waktu tersebut dimaanfatkan untuk memproklamasikan kemerdekaan. Tanggal 17 Agustus 1945, diumumkan bahwa Indonesia merdeka.
Sehari setelah Indonesia merdeka, PPKI mengadakan sidang dengan acara :
1. Mengesahkan Hukum Dasar dengan preambulnya (Pembukaan)
2. Memilih Presiden dan Wakil Presiden
Dibuat oleh: Auddie Indira

B. NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA DAN DASAR NEGARA

1. Nilai – nilai Pancasila sebagai Ideologi
Nilai-nilai Pancasila merupakan nilai Ketuhanan , Kemanusiaan , Persatuan, Kerayakyatan dan Keadilan. Nilai ini merupakan nilai dasar bagi kehidupan kenegaraan , kebangsaan dan kemasyarakatan. Nilai Pancasila tergolong nilai kerohanian yang didalamnya terkandung nilai lainnya secara lengkap dan harmonis , baik nilai material, nilai vital, nilai kebenaran(kenyataan) , nilai estetis, nilai etis maupun nilai religius. Nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bersifat objektif dan subjektif
Nilai – nilai Pancasila bersifat objektif maksudnya
• Rumusan dari sila-sila Pancasila itu sendiri memiliki makna yang terdalam
• Inti dari nilai Pancasila akan tetap ada sepanjang masa dalam kehidupan bangsa Indonesia
• Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai pokok kaidah negara yang mendasar
Sedangkan nilai-nilai Pancasila bersifat subjektif, bahwa keberadaan nilai-nilai Pancasila itu bergantung atau terlekat pada bangsa Indonesia itu sendiri.Hal itu dapat dijelaskan karena
• Nilai –nilai Pancasila itu timbul dari bang sa Indonesia
• Nilai- nilai Pancasila merupakan oandanga hidup bangsa Indonesia
• Nilai-nilai Pancasila didalamnya terkandung nilai- nilai kerohanian
Nilai – nilai Pancasila didalamnya merupakan nilai yang digali , tumbuh dan berkembang dari budaya bangsa Indonesia .
“ Pancasila sebagai sumber nilai mengharuskan Undang – Undang dasar mengandung isi yang mewajibkan pemerintah , penyelenggara negara termasuk pengurus partai dan golongan fungsional untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dang memegang cita-cita moral rakyat yang luhur

2. Nilai – nilai Pancasila sebagai Dasar Negara

Nilai – nilai Pancasila sebagai dasar negara menjadikan setiap tingkah laku dan pengambilan kepitusan para penyelenggara negara dan pelaksana pemerintah harus selalu berpedoman pada Pancasila . Pancasila sebagai sumber nilai menunjukan identitas bangsa Indonesia yang memiliki nilai- nilai kemanusian yang luhur , hal ini menandakan bahwa dengan Pancasila bangsa Indonesia menolak segala bentuk penjajahan , penindasan , dan kekerasan antara satu sama lain
Nilai Pancasila sebagai sumber acuan dalam menyusun etika kehidupan bebangsa bagi seluruh rakyat Indonesia , Pancasila juga sebagai paradigma pembangunan, maksudnya sebagai kerangka pikir ,sumber nilai , orentiasi dasar , sumber asas serta arah dan tujuan dari suatu perkembangan perubahan serta proses dalam suatu bidang tertentu . Pancasila sebagai paradigma pembangunan mempunyai arti bahwa Pancasila sebagai sumber nilai , sebagai dasar , arah dan Pancasila sebagai sumber nilai, sebagai dari proses pembangunan
Pancasila mengarahkan pembangunan agar selalu dilaksanakan demi kesejahteraan umat manusia dengan rasa nasionalisme . Pembangunan disegala bindang selalu mendasar pada nilai – nilai pancasila
Di bidang Politik misalnya , Pancasila menjadi landasan bagi pembangunan politik , dan dalam prakteknya menghindarkan praktek – praktek yang bermoral dan tak bermartabat sebagai bangsa yang memiliki cita- cita moral dan budi pekerti yang luhur

Nilai Pancasila menjadi landasan dalam pembentukan hukum yang aspiratif . Pancasila menjadi sumber nilai dan sumber norma bagi pembangunan hukum .Dalam pembaharuan hukum yang berkedudukan sebagai peraturan yang paling mendasar di Negara Ksatuan Republik Indonesia . Pancasila menjadi sumber dari tata tertib di Indonesia . Pancasila menentukan isi dan bentuk peraturan perundangan di Indonesia . Pancasila sebagai sumber hukum dasar nasional . Sebagai sumber hukum dasar , Pancasila juga mewarnai penegakan hukum di Indonesia
Di bidang Sosial Budaya , Pancasila merupakan sumber normatif dalam pengembangan aspek sosial budaya yang mendasar pada nilai – nilai kemanusian , nilai Ketuhanan dan niali keberadaban . Pembangunan di bidang sosial budaya senantiasa mendasar pada nilai yang bersumber pada harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab . Pembangunan bidang sosial budaya menghindarkan segala tindakan yang tidak beradab . Pembangunan bidang sosial budaya menghindarkan segala tindakan yang tidak beradab , dan tidak manusiawi , sehingga dalam proses pambangunan haruslah selalu mengangkat nilai- nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri sebagai niali dasra yaitu nilai Pancasil
Dalam pembangunan sosial budaya perlu ditumbuhkembangkan kembali budaya malu, dan budaya keteladanan
Di bidang ekonomi , Pancasila juga menjadi landasan nilai dalam pelaksanaan perkembangan ekonomi . Pembangunan Ekonomi yang berdasarkan atas nilai-nilai Pancasila selalu mendasar pada nilai kemanusiaan artinya pembangunan ekonomi untuk kesejahteraan umat manusia , pembangunan ekonomi semata melainkan demi kemanusiaan dan kesejahteraan seluruh bangsa.

C. Sikap Positif Terhadap Pancasila Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, Dan Bernegara

Sikap positif dapat diartikan sikap yang baik dalam menanggapi sesuatu. Sikap positif terhadap nilai-nilai Pancasila berarti sikap yang baik dalam menanggapi dan mengamalkan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila, dalam setiap tindakan dan perilaku sehari-hari.
Walaupun kenyataannya melaksanakan nilai-nilai Pancasila tidaklah mudah, bangsa Indonesia harus tetap berusaha melakukannya. Berikut ini diuraikan secara singkat contoh pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan silanya masing-masing.
1. Pelaksanaan Sila “Ketuhanan Yang Maha Esa”
Dalam sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” terkandung nilai ketuhanan dan keagamaan. Maka, segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, harus dijiwai dengan nilai-nilai sila tersebut. Hal-hal yang dapat kita lakukan antara lain:
a. Mewujudkan kehidupan religious yang sejati
b. Mengusahakan terwujudnya ketakwaan warga negara dan masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa;
c. Menjalankan pemerintahan negara dengan prinsip-prinsip etika, kebenaran, dan keadilan
2. Pelaksanaan Sila “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”
Sila “Kemanusiaan yang adil dan beradab”mengandung nilai utama kemanusiaan. Pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, dengan begitu, harus dapat perlakukan warga negara sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Karena itu, penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara, harus dilakukan dengan prinsip-prinsip sebagai brerikut

a. Menghormati hak-hak asasi manusia

b. Memecahkan
berbagai masalah
hidup warga negara
dengan cara yang adil
c. Membina sikap saling
tolong antarwarga

3. Pelaksanaan Sila “Persatuan Indonesia”
Dalam sila “Persatuan Indonesia” terkandung nilai persatuan dan nasionalisme religius. Yang dimaksud nasionalisme religius adalah semangat kebangsaan yang dilandasi dengan moral keagamaan dan ketuhanan. Hal-hal yang harus dilakukan dalam kehidupan berbangsan dan bernegara antara lain:
a. Mengakui keragaman suku sebagai kekayaan bangsa
b. Menciptakan kerukunan hidup antarsuku yang ada di Indonesia
c. Menjaga persatuan bangsa

4. Pelaksanaan Sila “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikamt Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan”
SIla keempat ini, mengandung nilai kerakyatan dan demokrasi. Rakyat dan demokrasi saling terkait dan harus diperjuangkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegera. Karena itu, terkait dengan pelaksanaan sila keempat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, hal-hal yang harus di lakukan sebagai berikut:
a. Memberikan kesempatan rakyat untuk mengajukan kritik dan saran dalam pelaksanaan pembangunan
b. Mewujudkan adanya lembaga perwakilan rakyat yang aspiratif

5. Pelaksanaan Sila “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”
Dalam sila kelima ini, terkandung nilai keadilan dan pemerataan sosial. Artinya, keadilan merupakan hal yang akan dan harus di wujudkan dalam kehidupan masyarakat secara merata dan menyeluruh. Terkait dengan pelaksanaan sila kelima ini, hal-hal yang harus dilakukan antara lain:
a. Melaksanakan pembangunan yang merata di semua lapisan masyarakat dan wilayah negara
b. Memberikan perlakuan yang sama dan adil kepada warga negara dalam berbagai bidang dan sektor ke hidupan

Dibuat oleh: Rahmanisa Putri Ekasari
Sikap Positif terhadap Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat
Setiap warga Negara hendaknya senantiasa mengamalkan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila. Sebab, dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari diharapkan terwujud suatu kehidupan masyarakat Indonesia yang religius, humanis, bersatu, demokratis, sejahtera, adil, dan makmur.

Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari merupakan cermin sikap positif warga Negara terhadap Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

1. Sikap Positif terhadap Pancasila dalam Kehidupan Politik

• Mengemukakan Pendapat Secara Bebas dan Bertanggung Jawab

Sebagai Negara yang menganut paham demokrasi Pancasila, kita dapat mengemukakan pendapat kita dengan bebas. Namun kebebasan tersebut harus kita lakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

• Menyelenggarakan pemilu dengan baik dan penuh tanggung jawab

Penyelenggaraan pemilu merupakan salah satu wujud dari kehidupan dan kegiatan politik kita. Pemilu bertujuan untuk memilih wakil-wakil kita yang akan duduk di parlemen. Salah satu peranan wakil-wakil rakyat tersebut adalah aspirasi dan kepentingan kita sebagai anggota masyarakat.

• Menjalankan Kegiatan Pemerintahan dengan Jujur dan Konsekuen

Menjalankan kegiatan pemerintahan harus dilakukan dengan jujur, konsekuen, dan penuh rasa tanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Bila hal ini dilakukan dengan baik dan benar maka akan tercipta pemerintahan yang jujur, bertanggung jawab, dan lebih memihak kepada kepentingan masyarakat banyak, bukan kepentingan pribadi ataupun golongan. Sebaliknya, jika roda pemerintahan tidak dijalankan dengan jujur, konsekuen, dan bertentangan dengan nilai-nilai pancasila, maka akan tercipta pemerintahan yang korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.

2. Sikap Positif terhadap Pancasila dalam Kehidupan Ekonomi

• Memanfaatkan sumber daya alam dengan baik.
Pemanfaatan sumber daya alam itu dapat dapat dilakukan melalui peningkatan sektor agribisnis, agroindustri, serta upaya-upaya lainnya yang bertujuan pemerataan pendapatan dan peningkatan kesejahteraan.

• Meningkatkan efisiensi dan produktivitas perekonomian dengan menghilangkan berbagai bentuk distorsi ekonomi.

• Pembuatan undang-undang untuk memperkuat fundamental atau dasar ekonomi yang berkeadilan seperti UU antimonopoli, UU Perlindungan Konsumen.

• Menjalankan kegiatan perekonomian dengan jujur, tidak merugikan orang lain, dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai dalam Pancasila.

3. Sikap Positif terhadap Pancasila dalam Kehidupan Sosial

a. Pengamalan sila Ketuhanan Yang Maha Esa, antara lain:
• Melaksanakan ajaran agama masing-masing dengan baik
• Tekun beribadah
• Saling menghargai dan menghormati antar pemeluk agama
• Tidak memaksakan agama kepada orang lain.

b. Pengamalan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, antara lain:

• Senantiasa menghormati dan menghargai sesama manusia, agama, suku, ras, dan lain-lain.
• Suka membantu dan menolong sesama manusia dalam kebenaran dengan ketulusan dan kejujuran
• Tidak menyakiti orang lain dalam bentuk apapun.

c. Pengamalan sila Persatuan Indonesia, antara lain:
• Selalu mengutamakan kebersamaan, kerukunan, persatuan.
• Selalu menjalin hubungan dan kerja sama yang baik.
• Tidak mempermasalahkan segala perbedaan sesama manusia.

d. Pengamalan sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyarawatan/Perwakilan, antara lain:
• Mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan bersama
• Menghargai perbedaan pendapat dan pandangan antarsesama manusia
• Menghargai dan menjunjung tinggi demokrasi
e. Pengamalan sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, antara lain:
• Bersikap adil
• Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
• Tidak mengambil hak orang lain
• Memiliki kemauan keras untuk maju dan bersama-sama membangun bangsa dan negara.
http://8b-officialblog.blogspot.com/p/bab-2-konstitusi-yang-pernah-digunakan.html

Tujuan Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Pancasila sebagai sebuah ideologi bukanlah sekedar susunan kalimat yang tersusun dalam 5 poin. Pancasila merupakan buah pemikiran panjang dan kompleks demi menghasilkan sebuah landasan dan dasar negara yang sederhana dan efisien serta mudah dipahami oleh masyarakat umum. Di balik kesederhanaan itu, pancasila memiliki tujuan yang penting bagi stabilitas kehidupan birokrasi dan kemasyarakatan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam kaitanya dengan Pancasila sebagai ideologi negara. Setiap sila dalam pancasila memiliki tujuan dan maksud. Dari 5 sila yang ada termuat 4 tujuan utama pancasila sebagai ideologi negara, yakni:
1. Mempersatukan bangsa Indonesia ditengah latar belakang bangsa ini yang majemuk baik dalam hal suku, ras, agama, bahasa, dan budaya. Tujuan ini tersirat di dalam sila pertama dan dan sila ketiga. Sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, secara tegas bermaksud menyatakan bahwa Keesaan Tuhan yang di sembah oleh bangsa Indonesia, dengan jelas kita menangkap tujuan sila ini adalah mempersatukan keberagaman Agama di bawah payung Ketuhanan Yang Maha Esa. Sedangkan sila ke 3, “Persatuan Indonesia” bertujuan untuk mempersatukan kebhinekaan suku, ras, dan budaya.
2. Menciptakan nuansa hukum dan peradilan yang jujur, bijaksana serta menjunjung tinggi kemanusiaan dan keadilan sosial. Tujuan ini tersirat di dalam sila ke 2 dan sila ke 5. Sila ke dua “Kemanusiaan yang adil dan beradab” serta sila ke 5 “keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia” menyiratkan bahwa pancasila secara tegas menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia sebagai landasan hukum di wilayah NKRI, oleh karena itu segala perundang-perundangan serta peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah haruslah dilandasi oleh pancasila.
3. Menegaskan fungsi pemerintah sebagai perwakilan rakyat sehingga segalah kebijakan yang dibuat pemerintah harus melalui proses yang demokratis . Dengan jelas hal ini termuat di dalam sila yang ke 4 “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan ”.
4. Melandasi segala aspek kehidupan masyarakat demi menciptakan masyarakat majemuk yang harmonis dan bertoleransi tinggi. Tujuan ini dipertegas oleh sila ke 3 serta sila ke 5.
http://praingfamily.wordpress.com/artikel/budaya/tujuan-pancasila-sebagai-ideologi-negara/

Prinsip Dan Tujuan HIDUP SEORANG MUSLIM

Hidup Seorang MuslimKewajiban seorang muslim dalam Kehidupan ini adalah menjadi seorang muslim yang sebenar-benarnya dengan senantiasa menghiasi budi pekerti nya dengan akhlak seorang muslim, merenungkan dan atau memikirkan ciptaan Allah Swt, dengan mempertajam pandangan pikiran serta menyadarkan saudara muslim yang lain. mengajarkan dan mengerjakan kesadaran untuk senantiasa berdzikir kepada Allah swt, guna untuk mempersiapkan bekal kelak dihari kemudian yang kekal dan abadi (sebagai makhluk) disamping menghidarkan diri dari apa yang menimbulkan murka Allah Swt, dan menjaga semua itu pada setiap keadaan dan perubahan masa.

Firman Allah SWT dalam Alquran al Karim :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ ٥٦

مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ ٥٧

“dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
“aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.”

Ayat diatas jelas mengatakan bahwasanya kita manusia diciptakan oleh Allah Swt untuk beribadah kepada Allah Swt, maka sudah selayaknya kita sebagai manusia memperhatikan hikmat tujuan dari pada kita hidup di dunia ini, karena sesungguhnya dunia ini hanyalah sebagai batu loncatan menuju hidup yang sesungguhnya, karena dunia bukanlah tempat untuk mencari kesenangan dan kebahagiaan yang sebenar-benarnya.

Firman Allah Swt,

إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأنْعَامُ حَتَّى إِذَا أَخَذَتِ الأرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالأمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.

Bagi mereka yang telah tersadar / sehat pikiran dan menjalani kehidupan seorang muslim dengan sesungguh-sungguhnya maka tidak akan tertipu oleh kesibukan dunia dan meninggalkan Ibadah kepada Allah Swt, akan tetapi sebaliknya setelah mengetahui dengan nyata bahwa demikian dangkalnya kehidupan dunia ini, maka sudah sewajarnya bagi seorang muslim menempuh jalan hidup yang lebih baik sesuai dengan ajaran dan atau tuntunan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw sebagai tuntunan lahir dan batin, didikan akhlak, obat hati, dan mensucikan jiwa sebagai tanaman yang akan kita petik hasilnya kelak di akherat.

Segala Puji Bagi Allah Swt yang telah mengutus Baginda Nabi Muhammad SAW sebagai Suri Tauladan bagi seluruh umat manusia di muka bumi. telah disampaikan apa yang seharusnya (manusia) kerjakan didunia melalui wahyu-wahyu Allah Swt yang telah tercermin dalam ayat ayat Al Quran dan dijelaskan dalam As Sunnah, dan dijabarkan melalui Sabda – sabdanya serta dicontohkan dalam setiap Perbuatannya.

Firman Allah Swt Qs Ali Imran : 164 :

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ (١٦٤

“sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab dan Al hikmah. dan Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

Telah jelas dalam ayat diatas bahwasanya Allah Swt telah mengutus seorang Rosul (Muhammad SAW) yang membacakan ayat ayat allah, membersihkan jiwa, serta mengajarkan kepada kita Umat Muhammad Saw jalan yang terang benderang dan mengentaskan kita umat manusia dari Kesesatan yang nyata.

Salah satu perintah dan atau amal ibadah Perintah langsung dari Allah Swt yang bermakna positif dan dapat mendatangkan Pahala berlipat ganda yakni tolong menolong dan saling menasehati agaknya  telah tergeser dan tergerus oleh kemajuan zaman, sudah bukan rahasia lagi amal ibadah yang satu ini telah menjadi sesuatu yang negatif dan berkurang nilai manfaatnya dihadapan generasi muda khususnya. Tidak sedikit dari mereka yang menganggap hal tersebut (tolong menolong dan saling menasehati) dianggap sebagai sesuatu yang agak keterlaluan, lebay , sotoy, dll, seringkali di alamatkan kepada mereka yang melaksanakan perintah Allah Swt.

Hal yang demikian bukanlah sesuatu yang baru dan hanya ada di zaman modern seperti ini, karena hal tersebut adalah sifat dan sikap manusia di zaman Jahiliya, didalam alquran dijelaskan tentang mereka yang memiliki sifat dan sikap yang demikian adalah golongan orang orang yang lalai dan Neraka Jahannam adalah tempat mereka.

Firman Allah Swt :

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (١٧٩

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”

Prinsip dan tujuan hidup seorang muslim dan Rambu rambu yang seyogyanya dipegang teguh dan dijalankan agar hidup di dunia ini tidak sia-sia dan merugi selain daripada Beriman dan Beramal saleh adalah saling tolong menolong dan nasehat menasehati, sebagaimana dijelaskan dalam Firman Allah Swt :

وَالْعَصْرِ (١)إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢)إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Dalam ayat diatas telah dijelaskan sejelas jelasnya bahwa mereka (manusia) benar benar dalam kerugian, kecuali : Orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta Saling menasehati untuk mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran.

Semoga Allah Swt senantiasa melimpahkan Rahmat, Taufiq dan hidayah-NYA kepada kita untuk senantiasa hidup dan menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.

Amin.

sumber:http://membaca-alquran.blogspot.com/2011/02/hidup-seorang-muslim.html

JENIS – JENIS PASPOR

Jenis-jenis paspor

Sampul paspor bekas negara Uni Soviet.

Paspor biasa

Biasanya suatu negara menerbitkan untuk warga negaranya sebuah paspor biasa untuk perjalanan reguler. Di Indonesia paspor ini diberi sampul berwarna hijau dan dikeluarkan oleh Ditjen Keimigrasian, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia .

Paspor diplomatic

Untuk sebagian orang diterbitkan paspor diplomatik guna mengidentifikasi mereka sebagai perwakilan diplomatik dari negara asalnya. Karena itu, pemegang paspor ini menikmati beberapa kemudahan perlakuan dan kekebalan di negara tempat mereka bertugas. Di Indonesia, paspor ini diberi sampul berwarna hitam dan dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri.

Paspor dinas/resmi

Paspor ini diterbitkan untuk kalangan teknisi dan petugas administrasi dari suatu misi diplomatik seperti kedutaan dan konsulat ataupun bagi pegawai negeri / pemerintah yang sedang melaksanakan tugas ke luar negeri. Pemegang paspor jenis ini mendapatkan beberapa kemudahan yang tidak dimiliki oleh pemegang paspor biasa. Di Indonesia, paspor ini diberi sampul berwarna biru dan dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri setelah mendapat izin dari Sekretariat Negara.

Paspor orang asing

Paspor orang asing adalah paspor yang diberikan kepada seseorang yang bukan warga negaranya. Syarat dan ketentuan untuk memiliki paspor jenis ini diatur oleh masing-masing negara. Contoh paspor ini adalah paspor yang dipakai untuk berhaji (paspor coklat), yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Paspor kelompok

Paspor kelompok akan diberikan untuk, misalnya, kelompok perjalanan anak liburan sekolah. Semua anak dalam perjalanan tersebut cukup memiliki sebuah paspor kelompok selama perjalanan liburan mereka berlangsung.

Paspor biometric

Paspor biometrik atau sering disebut juga e-paspor adalah jenis paspor yang memiliki data biometrik sebagai salah satu unsur pengaman paspor tersebut. Data biometrik ini disimpan dalam bentuk chip yang tertanam pada paspor tersebut. Paspor jenis ini telah digunakan di beberapa negara, antar lain Malaysia, Amerika Serikat, Australia, Inggris, Jepang, Selandia Baru, Swedia, dan negara-negara lainnya. Data biometrik yang tersimpan pada chip ini bervariasi antar negara, namun berdasarkan standardisasi yang dikeluarkan oleh ICAO, data biometrik yang digunakan ialah data biometrik dari wajah pemegang paspor.

Berdasarkan standar yang dikeluarkan oleh International Civil Aviation Organisation, data biometrik yang dianjurkan untuk digunakan adalah biometrik wajah pemegang paspor dengan biometrik sidik jari sebagai pendukungnya. Namun hingga saat ini standardisasi yang dikeluarkan oleh ICAO ini belum dapat disepakati oleh dunia internasional karena berbagai macam hal.

Saat ini Indonesia telah menggunakan data biometrik pemohon paspor sebagai salah satu unsur pengaman dalam penerbitan paspor Republik Indonesia.

Paspor Indonesia

Kulit muka Paspor Indonesia

Paspor Republik Indonesia adalah dokumen perjalanan yang diterbitkan oleh Direktorat Jendral Imigrasi, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan perwakilan RI di luar negeri. Paspor ini hanya diberikan kepada Warga Negara Indonesia

Paspor ini berisi 24 atau 48 halaman dan berlaku selama 5 tahun. Namun paspor yang diterbitkan oleh perwakilan RI di luar negeri lazimnya menerbitkan paspor dengan jangka waktu 3 tahun dan dapat diperpanjang 2 tahun setelahnya.

Paspor RI merupakan dokumen milik negara yang dapat dibatalkan atau dicabut sewaktu-waktu oleh negara tanpa pemberitahuan. Paspor ini diterbitkan bilingual dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Di halaman pertama paspor RI dapat ditemukan himbauan dari pemerintah sebagai berikut:

Dalam bahasa Indonesia:

Pemerintah Republik Indonesia memohon kepada semua pihak yang berkepentingan untuk mengizinkan kepada pemegang paspor ini berlalu secara leluasa dan memberikan bantuan dan perlindungan kepadanya.

Dalam bahasa Inggris:

The Government of the Republic of Indonesia requests to all whom it may concerned to allow the bearer to pass freely without let or hindrance and afford him/her such assistance and protection.

Pada umumnya paspor Indonesia berlaku untuk seluruh dunia. Namun pada beberapa saat, paspor Indonesia melarang warga negaranya untuk berkunjung ke Israel dan Taiwan dengan pencantuman dalam paspor.

Informasi dalam paspor

Halaman dalam paspor Indonesia

Halaman kedua dan ketiga dalam paspor Indonesia berisi data pribadi pemegang paspor. Data-data tersebut adalah:

  1. Foto
  2. Jenis
  3. Kode Negara
  4. No. Paspor
  5. Nama Lengkap
  6. Kelamin
  7. Kewarganegaraan
  8. Tanggal Lahir
  9. Tempat Lahir
  10. Tanggal Pengeluaran
  11. Tanggal Habis Berlaku
  12. Nomor Registrasi
  13. Kantor Yang Mengeluarkan (tempat pengeluaran paspor)
  14. Tanda Tangan Pemegang
  15. Pejabat Yang Mengeluarkan (tanda tangan, nama dengan NIP, jabatan, dan cap pegawai yang mengeluarkan paspor), biasanya Kepala Kantor Imigrasi

Macam-macam Paspor Indonesia

Ada beberapa macam paspor Indonesia, yang masing-masing dikeluarkan oleh lembaga yang berbeda-beda.

  1. Paspor umum (bersampul hijau, ada dua jenis yang berbeda jumlah halamannya), dikeluarkan oleh Ditjen Imigrasi, Departemen Hukum dan Perundang-undangan
  2. Paspor kedinasan (bersampul biru), dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri
  3. Paspor diplomatik (bersampul hitam), dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri
  4. Paspor haji (bersampul coklat), hanya untuk keperluan haji

kuliah atau kerja ?????

Kuliah atau kerja yang duluan menjadi pertanyaan yang sering kali terlontar dari tamatan SMA dan sederajat, Mau kuliah dulu atau kerja dulu, keduanya tidak ada yang salah. Semua keputusan benar asalkan dijalankan dengan penuh hati. Keputusan yang diambil (kuliah atau kerja) bisa menjadi sebuah kesalahan kalau kita tak ikhlas menjalaninya.

Berikut adalah kelebihan dan kekurang masing-masing dari kuliah dan bekerja ;

  1. Kuliah
    Ini yang paling lazim dilakukan banyak orang; setelah lulus SMA langsung melanjutkan kuliah, asalkan tak terbentur biaya biasanya mereka langsung mendaftar di PTN atau PTS favoritnya. Dan berikut adalah keuntungannya;

Lingkungan belajar yang kondusif; kampus adalah tempat yang cocok untuk belajar segala hal dari teori hingga praktek dan kita tak perlu takut untuk bereksperimen dengan apapun. Berbeda dengan lingkungan kantor(kerja) dimana kita dituntun untuk tidak melakukan kesalahan.

Modal Ijazah; setelah kurang lebih 4 tahun kuliah maka kita akan mendapatkan teori perkuliahan dan yang terpenting adalah ijazah. Dengan ijazah maka kemampuan kita diakui oleh negara, selain itu ijazah masih menjadi patokan rata-rata perusahaan dalam merekrut karyawan baru dibandingkan pengalaman kerja.

Berjejaring sosial; Dengan lingkungan kampus yang di dalamnya terdapat banyak orang dan waktu kuliah yang lebih sedikit dibandingkan saat bekerja(8 jam sehari) maka kita lebih mudah membangun jaringan pertemanan dibanding bila sudah bekerja kantoran.

  1. Kerja
    Berbeda jika kita memulai dengan kerja terlebih dulu baru kuliah, biasanya hal ini dilakukan secara simultan; bekerja untuk membiayai kuliah sehingga saat lulus, selain ijazah kita pun sudah mendapat pengalaman kerja. Beberapa keuntungan bila bekerja adalah:Belajar dari pengalaman; bekerja bisa dibilang membuktikan teori yang kita pelajari di kuliah, tanpa mempelajari teori mungkin kita akan lebih sulit dalam bekerja namun itu bukanlah sebuah kekurangan karena pengalaman adalah guru terbaik.Pengalaman kerja; sudah tentu bekerja memberikan pengalaman berbeda yang bisa menjadi keunggulan tersendiri dibanding mereka yang masih duduk dibangku kuliah. Mendapatkan pengalaman kerja, artinya selangkah lebih maju dibandingkan mahasiswa lainnya.

    Jenjang karir; setiap orang memulai jenjang karirnya dari bawah lalu perlahan naik. Bila kita memulai meniti karir lebih awal maka harusnya kita dapat mencapai jenjang atas lebih dulu dibandingkan orang lain. Berbeda dengan lulusan kuliah tanpa pengalaman kerja, biasanya mereka mesti meniti dari bawah.

Apapun pilihanmu; bekerja baru kuliah atau kuliah lalu bekerja, semua baik untuk dilakukan. Karena kesuksesan tidak melulu datang dari bangku sekolah dan ingat pula bahwa hanya sedikit orang yang putus sekolah atau tidak kuliah lalu sukses di dunia.

Bill Gates memang putus kuliah, Bob Sadino juga tidak selesaikan sekolahnya tapi mereka gigih berjuang untuk ‘membalas’ kekurangan mereka di bangku sekolah/kuliah dan akhirnya pun mereka sama bahkan lebih baik dari orang yang sekolah/lulus kuliah.

Intinya adalah kuliah untuk menunjang pekerjaan yang lebih baik, sedangkan bekerja untuk membiayai kuliah untuk tingkat lanjut. Namu jika pandai membagi waktu Bagusnya  itu kuliah sambil kerja. Karena jika misal lulusan sma bekerja sambil kuliah D3, maka ketika lulus D3, normalnya otomatis kantor memberi promosi jabatan alias naik jabatan. Dan seterusnya S1 ( naik jabatan lagi ), namun tetap saat bekerja kuliah tidak dinomorduakan meski kerja jadi priorita

sumber :  http://www.loker.web.id/tips/kuliah-vs-kerja.html